Konsep kantor terbuka (coworking space) sangat menarik perhatian perusahaan rintisan (startup) karena harga sewa yang terbilang jauh lebih murah ketimbang kantor konvensional selengkapnya.

Konsep Kantor Terbuka atau Coworking Space

 

coworking space, ruang kantor, kantor terbuka

Contoh Coworking Space

Di dunia kerja, ada inovasi baru yang disebut dengan istilah coworking space. Konsep ruang kerja ini sangat sangat diminati oleh para pelaku startup.

Coworking space adalah tempat kerja yang mengusung konsep terbuka. Konsep ini dapat mendorong lebih banyak interaksi. Selain itu harga sewa coworking space lebih murah daripada ruang kantor konvensional.

Presiden Direktur PT Tripar Multivision Plus, Raam Punjabi, mengatakan, beberapa penelitian sudah membuktikan coworking space dapat meningkatkan kreativitas dan produktivitas. Riset menunjukkan 70 persen responden merasa lebih sehat berkantor di coworking space ketimbang di kantor tradisional.

Sementara, 50 persen responden mengatakan mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi dengan menggunakan coworking space sebagai kantor. Dari segi harga, coworking space jauh lebih murah daripada kantor tradisional.

“Perusahaan startup akan lebih memilih kantor di coworking space,” kata Raam di Jakarta, diterima dream.co.id, Kamis 1 Februari 2018.

Melihat startup yang tumbuh subur serta konsep coworking space yang diminati oleh perusahaan rintisan, Multivision akan berinvestasi untuk membangun coworking space. Ada lima proyek coworking space. Untuk merealisasikan semua proyek tersebut, mereka akan membuka lebih dulu coworking space yang mengusung konsep ramah lingkungan, Greenhouse.

“Jadi, investasi kami tak akan berhenti di sini”, ujar Raam.

Raam mengatakan, proyek Greenhouse Coworking Space dibangun di atas lahan seluas 1.800 meter persegi dan memakan investasi mencapai US$5 juta atau sekitar Rp 66,98 miliar. Kata Raam, sewa yang ditawarkan lebih murah ketimbang kantor konvensional.

Raam mengatakan harga sewa kantor konvensional sebesar Rp 350 juta per tahun, sementara sewa coworking space di Greenhouse sebesar Rp 225 juta per tahun. “Hemat 38 persen”, ucap dia.

Raam juga mengatakan, Greenhouse Coworking Space menawarkan pemandangan kota Jakarta 360 derajat. Kantor ini menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan, seperti kayu dan batu alam. Tanaman hijau juga akan ditambahkan untuk mendukung konsep ramah lingkungan Greenhouse.

Jakarta bisa dibilang merupakan salah satu kota terpenting bagi ekosistem startup teknologi di Indonesia.

Tidak hanya karena infrastrukturnya yang lebih cepat berkembang dari kota lainnya, sering menjadi

  • tuan rumah bagi banyak acara startup di dalam negeri,
  • dan menjadi tempat dimana banyak kesepakatan bisnis dibuat;
  • Jakarta juga merupakan tempat lahirnya berbagai startup besar di Indonesia.

Dan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan startup di Jakarta, beberapa inkubator dan co-working space telah muncul di kota ini. EV Hive merupakan co-working space milik perusahaan VC East Ventures (East Ventures beinvestasi di Tech in Asia, baca halaman etika) ini baru diluncurkan awal Juni 2015.

Dengan luas 250 meter persegi, EV Hive menyediakan dua tipe ruang kerja, yakni private space dan shared spacePrivate space biasanya diperuntukkan bagi startup dengan kapasitas sekitar 10 bangku. Sedangkan shared space memiliki ruangan yang lebih luas meliputi indoor dan outdoor.

Sama seperti co-working space lain, EV Hive menyediakan berbagai fasilitas seperti

  1. wi-fi,
  2. ruang rapat,
  3. loker pribadi,
  4. hingga minuman gratis.

EV Hive juga rutin mengadakan berbagai acara seperti meetup untuk para startupCo-working space ini menerapkan biaya harian dan berlangganan bulanan bagi para penggunanya.

Jika Anda mencari tempat yang bagus untuk bekerja, berinteraksi, berkolaborasi, belajar, dan mengembangkan startup Anda di Jakarta, berikut adalah kumpulan co-working space yang bisa menjadi pilihan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *