Penyakit kanker masih merupakan salah satu pembunuh utama di dunia. Beberapa teknik pengobatan kanker yang digunakan saat ini seperti kemoterapi, radioterapi, dan pembedahan, masih menyisakan angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi. Biaya pengobatan yang tinggi juga menjadi kendala masyarakat untuk mendapatkan pengobatannya. Kendatipun sudah ada BPJS dan jaminan kesehatan lain, instansi kesehatan masih menanggung biaya yang mahal.

Beranjak dari persoalan tersebut, empat mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Kampus Airlangga lakukan riset pada potensi ekstrak daun kenikir yang disangka bisa membunuh sel kanker dengan terprogram. Ke-4 mahasiswa FK UNAIR itu adalah Andi Yasmin Wijaya (2015), Winona May Hendrata (2015), Farmindo Hartono (2016), serta Ainur Rahmah (2016).

Kreatifitas itu lalu dituangkan dalam proposal Program Kreatifitas Mahasiswa bagian Riset Eksakta (PKM-PE). Riset berjudul “Potensi Ekstrak Daun Kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) Jadi Therapy Kanker Lewat Induksi Apoptosis Cancer Stem Cell” ini berhasil lolos seleksi serta memperoleh dana riset dari Kementrian Penelitian Tehnologi serta Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) program PKM 2016-2017.

Baca Juga: Contoh proposal penelitian

”Pemilihan kami mengenai kenikir jadi objek riset karena kenikir seringkali diketemukan di Indonesia dan telah dikonsumsi orang-orang mulai sejak zaman beberapa leluhur. Kenikir juga adalah tumbuhan dengan kandungan flavonoid tinggi, ” kata Andi Yasmin Wijaya, ketua grup PKM ini.

Riset ini lebih dikhususkan untuk membunuh cancer stem cell karna sel punca kanker itu berlainan dengan sel punca umum. Stem cell atau sel punca adalah sel yang mempunyai kekuatan memperbarui diri serta berdiferensiasi jadi sel beda.

Cancer stem cell dapat juga perbanyak dianya serta punya potensi untuk jadi beragam kanker pada organ beda lewat mekanisme metastasis. Cancer stem cell bahkan juga mempunyai kekuatan kebal pada kemoterapi serta radiasi, hingga diperlukan pendekatan baru untuk membunuh sel ini.

Mulai sejak diketemukannya cancer stem cell, peneliti di semua dunia berlomba untuk membuat therapy kanker berbasiskan Cancer Stem Cell targeted terapi. Dengan diketemukannya therapy dengan pendekatan ini, diinginkan ada terobosan baru untuk therapy kanker yang lebih efisien serta dengan peluang kambuh yang kecil.

”Sejak lama orang Indonesia sudah memakai tumbuhan-tumbuhan di sekelilingnya untuk dipakai jadi obat tradisionil. Baiknya peneliti serta mahasiswa Indonesia melihat hal semacam ini jadi satu kesempatan besar dalam pengembangan obat untuk beragam penyakit, satu diantaranya penyakit kanker, ” kata Andi sebagai ketua dari riset ini.

Untuk pengambilan flavonoid serta zat fenolik beda dari kenikir, dikerjakan prosedur ekstraksi. Ekstrak juga akan diujikan pada sel punca normal serta cancer stem cell. Pengujian pada sel punca normal mempunyai tujuan untuk menguji toksisitas ekstrak pada sel normal. Riset ditangani dengan memakai beragam sarana riset di Kampus Airlangga Surabaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *