Banyak wisatawan memilih untuk memarkirkan bagasi di atap kendaraan karena bagasi atau kabin mereka. Penggunaan rak atap adalah solusi.
Namun, meletakkan barang di atas atap mobil dapat membuat keseimbangan kendaraan terganggu.

Baca juga : IELTS General Training, TOEFL Toeic dan TOEFL Speaking Tips
Sehubungan dengan itu, Direktur Konsultan Pertahanan Keamanan Indonesia (SDCI), Sony Susmana merekomendasikan untuk tidak menempatkan barang besar atau berat di atas rak atap. Ini dapat menyebabkan pergeseran pusat gravitasi kendaraan, menjadi lebih besar sehingga mobil menjadi tidak stabil.
“Sebanyak mungkin di rak atap bukan barang berat, barang berat harus berada di dalam kabin, karena jika di kabin itu dia berada di bawah, berarti pusat gravitasi kendaraan berada di bawah,” Menurut dia, jika barang-barang berat di atasnya, ini berpotensi untuk membuat goyah bahkan terbalik.
“Jika beban di atasnya dapat terjadi dengan gulungan tubuh yang besar, tetapi mengingat kemacetan lalu lintas sekarang, itu berarti tidak ada kecepatan tinggi, jika tidak ada kecepatan tinggi tidak ada masalah nyata,” katanya.
“Jadi ada peraturan: Item ringan di atas, yang beratnya di bawah, sebanyak mungkin rak atap tertutup, bukan rak atap yang membuka tempatnya kemudian menutup kain terpal, bukan seperti itu,” katanya.
Menurutnya, penggunaan terpal juga tidak dianjurkan untuk menutupi atap mobil.
“Kebiasaan orang yang ketika itu bisa dilakukan di dalam mobil semua dimasukkan ke dalam mobil tanpa menghiraukan faktor keamanan, yang pasti kecepatan maksimal 60 km / jam, jika lebih pasti goyang,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *